Pusdikkes

Pusat Pendidikan Kesehatan Kodiklat TNI AD

Arti & Makna Lambang

Gagasan Dasar
Lambang Sempana “Anggatra usadha Ksatria” sebagai Lambang Pusat Pendidikan Kesehatan Angkatan Darat disyahkan oleh Pangad sesuai radiogram No. T-2475/1967

Tokoh-tokoh yang menangani lahirnya Sempana Pusdikkes :

  1. Kolonel CDM dr.Abdoelah Martosoedirdjo ( Sebagai Danpusdikkes )
  2. Mayor CDK. H.M Koentjoro ( Assisten Dan Litbang )
  3. Penemu Susanti : Letkol Inf. F.X. Bambang Pamungkas ( Jasplat )
  4. Penemu Chandra : Bapak Sri Handojo Koesomo ( Direktorat Kesenian PD&K )
  5. Juru Gambar : Mayor CDK H.M. Koentjoro
  6. pembantu L Kopda Nick Nasikin
  7. Pengumpul bahan otentik : Lettu CDK Eddy Soeparman
  8. Pembuat : Letkol. Inf F.X. Bambang Pamungkas

Panitia penyelesaian “Sempana”

  1. Kapten CDM dr. tohari H.W : Ketua
  2. Lettu CDK E. Soeparman : Penulis
  3. Lettu CDK Odang Iskandar : L.O.
  4. Kapten CDK Amruh : Bendahara
  5. Kopda Nick Nasikin : Penyelesai Gambar

Keterangan Umum

  1. Nama : Sempana
  2. Bentuk : Persegi Panjang = 60cm x 90 cm
  3. Tata Warna : Merah lembayung, Putih, Kuning Emas, dan Hitam
  4. Susanti : Anggatra Usadha Ksatria
  5. Lukisan : Dua ekor ular melilit pada setangkai bunga melati, Bintang lima sudut, Daun Sambiloto, Buku, Pita Hitam, bertuliskan Susanti Sempana warna Kuning Ema.
  6. Susunan : Lihat Gambar
  7. Bahan : Kain beludru merah lembayung ( maroon ), kain dan benang sutera, jumbai kuning emas.

Makna

  • Sempana Pusat Pendidikan Kesehatan Angkatan Darat bermakna “Anggatra Usadha Ksatria”, berarti mendidik Prajurit Kesehatan. digambar dengan lukisan yang bermak sebagai berikut :
  • Bintang Emas bersudut lima, menggambarkan bahwa setiap anggota TNI AD yang bernaung di bawah lambang ini, mendapat sinar kehidupan yang dipancarkan dari falsafah Negara Pancasila.
  • Ular melilit pada tangkai bunga melati, adalah lambang/simbol kedokteran/ kesehatan ( Aeculapius ) yang berlaku secar universal.
  • bunga melati, melambangkan kesucian didalam menunaikan tugas untuk mengembangkan pemberian pertolongan kepada setiap insan manusia yang menderita.
  • daun Sambiloto, melambangkan bahan-bahan asli untuk obat yang telah dikenal sejak zaman dahulu: 17 helai, melambangkan hari keramat 17 Agustus.

Tiang Sempana Pusdikkes Kodiklat TNI AD terbuat dari kayu jati berbentuk bulat panjang dengan garis tengah 4 cm yang bagian atasnya terdapat tiga buah ukiran :

  • Sekuntum bunga melati berkelopak 9 helai, angka 9 menunjukkan hari lahirnya Pusdikkes kodiklat TNI Ad.
  • Dua Ekor ular sebagai lambang kesehatan, angka dua menunjukkan bulan februari, hari lahirnya Pusdikkes Kodiklat TNI AD tanggal 9 Februari.
  • Surya Angkala bertuliskan/ukiran melingkar dibawah ular yang berbunyi

KANTI TATA AMBUKA UTAMA

  2           5           9               1

  • Urutan angka ini jika dibalik menjadi 1952 adalah tahun lahirnya Pusdikkes Kodiklat tni AD yang sesuai surat Keputusan Kasad/Kpts/1952 adalah 9 Februari 1951.

Tali pengikat dari benang sutera berwarna kuning emas setebal 11 cm, panjang 1.50 meter dengan uung berjumbai sepanjang 5 cm.

Arti Warna :

  • Dasar Berwarna merah lembayung, ini berkaitan dengan warna darah yang berarti air kehidupan.
  • Jumbai dan Bintang berwarna kuning emas adalah cahaya keanggunan, kejayaan dan kebijaksanaan dari sifat kesatria.
  • Warna Hitam pada pita berarti : “Tulus” dalam konteks ini berarti “Taat”

Catatan :
Naskah uraian dan gambar Sempana Pusdikkes Kodiklat Angkatan Darat ini dirintis oleh almarhum Mayor CDK.HM. Koentjoro.